Ya Rabbi...
Aku bahagia dengan semua ini...Terimakasih engkau telah memberikanku segenggam cinta suci yang tak semua orang bisa memilikinya.
Ya.. Cinta yang lebih indah dari mencintai sosok nyata yang berada di hadapan mata..
Cinta yang entah sampai kapan akan kubawa dan kutanam dalam hatiku..
Cinta yang dapat membuatku tersenyum di setiap waktu yang kulalui...
Karena cinta pada bayangan yang jauh lebih indah...
Dan karena aku dapat mengingatnya kapanpun Allah mengizinkanku untuk mengingat dirinya.
Apabila aku mengingatnya di siang hari,
aku dapat mengobatinya dengan merasakan hangatnya pancaran sinar mentari yang berporos sebagai sumber kehidupan.
Apabila aku mengingatnya di sore hari,
aku dapat mengobatinya dengan melihat goresan siluet senja yang beralaskan angkasa biru.Dan apabila aku mengingatnya di malam hari,
aku dapat mengobatinya dengan menatap bulan beserta ribuan bintang yang berkedap-kedip di angkasa raya.
Pun apabila aku mengingatnya di kala hujan turun,
aku dapat mengobatinya dengan memandang butiran air hujan yang jatuh ke bumi,
bagaikan jatuhnya anugerah cinta yang datang ke dalam hatiku.
Apabila aku mengingatnya di kala hujan reda,
aku dapat mengobatinya dengan menatap lengkungan indah pelagi yang memiliki warna yang beragam.
Bahkan apabila rasa rinduku belum juga terobati,
doa Rabithah selalu kukirimkan untuknya dan untuk seluruh orang yang aku cintai.
Ternyata benar..
Segala sesuatu yang berhubungan dengan naluri dan perasaan tak pernah logis,
sama halnya dengan mengharapkan pelangi dan kuncup bunga akan mekar di musim salju.
Terimakasih Rabbi..
Alangkah indah kekuasaan yang Kau berikan pada hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar