Jumat, 14 Maret 2014

Cinta di Ujung Sajadah

Berapa kali aku mencoba 'tuk mencari pengganti dirinya...
Berulang-ulang kali aku mencoba 'tuk menepis rasa rinduku yang tak kunjung reda...
Beribu-ribu kali aku mencoba 'tuk mengabaikan segala bayang dan kenangan tentang dirinya...
Sungguh kuat rasa ini...
Sungguh besar cinta dan rindu ini...
Aku pun tersadar...
Aku tahu, ternyata sebuah mutiara masih tertanam dalam kerang hatiku.
Tak kusadari ternyata nama itu masih terukir sempuna dalam jiwaku...
Bayangan dirinya masih bertahta dalam akalku...
Harapan-harapanku terhadap dirinya masih membawaku menuju menara makna tertinggi...
Ya.. Bayanganmulah yang selalu ada dalam hatiku..
Walaupun jarak dan zona waktu seakan tak mau kompromi untuk menyatukan kita.

Mungkinkah dia adalah matahari..
yang pancaran sinarnya terlalu kuat hingga mataku tak kuasa menatapnya?
Aku hanya dapat menatapnya di kala fajar dan petang tiba, selebihnya aku hanya dapat merasakan kehangatan sinarnya...
Mungkin saja dia adalah bulan..
yang dapat dapat kujadikan tempat berpijak..
Tapi tak menutup kemungkinan jika dirinya adalah bintang yang amat jauh, yang tak mungkin dapat kurengkuh sampai kapanpun..
Yang tak dapat kugapai dengan tanganku, bahkan hanya ada satu waktu untuk dapat melihatnya, yaitu Malam hari...

Dan aku selalu takut apabila dirinya hanya menganggapku sebagai pelangi...
Sebuah lengkungan indah yang muncul saat hujan reda...
Walaupun indah ditatap hati,
pelangi hanyalah pelangi...
Sebuah lengkungan indah,
terdiri dari berbagai warna,
yang muncul sesaat,
kemudian pergi menghilang bagai dihapus oleh teriknya matahari...

Aku sadar...
Cintaku kepadanya memiliki resiko yang sangat besar...
Lebih riskan untuk mengecewakan dan dikecewakan...
Tapi entah mengapa bayangannya tak bisa diganti oleh sosok sesempurna apapun, kecuali Rosulullah SAW dan Bapak.
Tiap waktu selalu kupanjatkan do'a untuknya...
Diatas sajadah cinta ini..
Ku bersujud kepada-Nya...
Mengharap cinta diujung sajadah...
Dan berusaha mencintainya dengan sederhana.

Rabu, 12 Maret 2014

Sujud Cinta

Ya Rabbi...
Aku bahagia dengan semua ini...
Terimakasih engkau telah memberikanku segenggam cinta suci yang tak semua orang bisa memilikinya.
Ya.. Cinta yang lebih indah dari mencintai sosok nyata yang berada di hadapan mata..
Cinta yang entah sampai kapan akan kubawa dan kutanam dalam hatiku..
Cinta yang dapat membuatku tersenyum di setiap waktu yang kulalui...
Karena cinta pada bayangan yang jauh lebih indah...
Dan karena aku dapat mengingatnya kapanpun Allah mengizinkanku untuk mengingat dirinya.

Apabila aku mengingatnya di siang hari,
aku dapat mengobatinya dengan merasakan hangatnya pancaran sinar mentari yang berporos sebagai sumber kehidupan.
Apabila aku mengingatnya di sore hari,
aku dapat mengobatinya dengan melihat goresan siluet senja yang beralaskan angkasa biru.
Dan apabila aku mengingatnya di malam hari,
aku dapat mengobatinya dengan menatap bulan beserta ribuan bintang yang berkedap-kedip di angkasa raya.
Pun apabila aku mengingatnya di kala hujan turun,
aku dapat mengobatinya dengan memandang butiran air hujan yang jatuh ke bumi,
bagaikan jatuhnya anugerah cinta yang datang ke dalam hatiku.
Apabila aku mengingatnya di kala hujan reda,
aku dapat mengobatinya dengan menatap lengkungan indah pelagi yang memiliki warna yang beragam.
Bahkan apabila rasa rinduku belum juga terobati,
doa Rabithah selalu kukirimkan untuknya dan untuk seluruh orang yang aku cintai.

Ternyata benar..
Segala sesuatu yang berhubungan dengan naluri dan perasaan tak pernah logis,
sama halnya dengan mengharapkan pelangi dan kuncup bunga akan mekar di musim salju.
Terimakasih Rabbi..
Alangkah indah kekuasaan yang Kau berikan pada hatiku.

Sabtu, 01 Maret 2014

Cinta yang Agung

Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya...

Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu
dan kamu masih menyayanginya dengan setia...

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata, "Aku turut berbahagia untukmu..."

Apabila cinta tidak berhasil..
Bebaskan dirimu...
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi...

Ingatlah..
Bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya...
Tapi.. Ketika cinta itu mati..
Kamu tidak perlu mati bersamanya...
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang...
Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka terjatuh...


Khalil Gibran

Sabtu, 01 Februari 2014

Abstrak

Keabstrakan Cinta...
Entah kenapa aku selalu akrab dengan hal-hal yang berbau 'Keabstrakan'...
Dan parahnya aku begitu menikmatinya :')
Karena mereka yang lebih dekat..
Walau jarak terbentang...
Mereka juga yang lebih mewarnai dalam hidup ini...

Mungkin aku terlalu bodoh dalam kehidupan ini...
Cinta.. ah.. apa itu cinta???
Mencintai yang nyata? tak pernah terpikir sepertinya..
Lucu memang...
Terkadang yang nyata.. yang dapat disentuh..
yang dapat dirasakan setiap hembusan nafas dan detak jantungnya pun tak mampu memberi warna indah disini...
ABSTRAK
Seolah-olah keabstrakan itu malah  lebih nyata...
Lebih nyata dalam kenyataan..
Lebih nyata dalam tajamnya warna-warni kehidupan...

Abstraknya seseorang..
tak berarti abstraknya cinta...
Karna yang abstrak pun yang lebih berarti...
Walau serasa 'digantung'..
Karna sedari awal..
sudah ada tempat tersendiri disini...
Menikmati indahnya pelangi..
Merasakan hangatnya pancaran kasih sayangmu..
Dengan penuh Keabstrakan.....

Jumat, 17 Januari 2014

KiloWatt/Second

Cinta ini begitu sederhana...
Sesederhana menatapmu dari kejauhan...
Tanpa pamrih.. Tanpa tuntutan apapun..
Semua begitu murni saat kau hadir di pikiranku...
Rasa ini memang tak wajar...
Ketika sebuah cinta berkata "Hanya Untukmu", aku tak yakin...
Karna aku sadar "Cinta ini Tak Wajar"...

Kau begitu jauh untuk bisa ku genggam...
Kau begitu abstrak untuk bisa ku sentuh...

Hanya dengan kesederhanaan rasa ini bisa ku ungkapkan...
Aku tak mau kau tahu..
Ketika teman-teman meledekku, aku hanya bisa terdiam..
Menatap punggungmu yang menjauh...
Cinta yang tak terbalas..
Tak apa..
Karna kau telah menjadi KiloWatt dalam setiap Second di hidup ini :))