Berapa kali aku mencoba 'tuk mencari pengganti dirinya...
Berulang-ulang kali aku mencoba 'tuk menepis rasa rinduku yang tak kunjung reda...
Beribu-ribu kali aku mencoba 'tuk mengabaikan segala bayang dan kenangan tentang dirinya...
Sungguh kuat rasa ini...
Sungguh besar cinta dan rindu ini...
Aku pun tersadar...
Aku tahu, ternyata sebuah mutiara masih tertanam dalam kerang hatiku.
Tak kusadari ternyata nama itu masih terukir sempuna dalam jiwaku...
Bayangan dirinya masih bertahta dalam akalku...
Harapan-harapanku terhadap dirinya masih membawaku menuju menara makna tertinggi...
Ya.. Bayanganmulah yang selalu ada dalam hatiku..
Walaupun jarak dan zona waktu seakan tak mau kompromi untuk menyatukan kita.
Mungkinkah dia adalah matahari..
yang pancaran sinarnya terlalu kuat hingga mataku tak kuasa menatapnya?
Aku hanya dapat menatapnya di kala fajar dan petang tiba, selebihnya aku hanya dapat merasakan kehangatan sinarnya...
Mungkin saja dia adalah bulan..
yang dapat dapat kujadikan tempat berpijak..
Tapi tak menutup kemungkinan jika dirinya adalah bintang yang amat jauh, yang tak mungkin dapat kurengkuh sampai kapanpun..
Yang tak dapat kugapai dengan tanganku, bahkan hanya ada satu waktu untuk dapat melihatnya, yaitu Malam hari...
Dan aku selalu takut apabila dirinya hanya menganggapku sebagai pelangi...
Sebuah lengkungan indah yang muncul saat hujan reda...
Walaupun indah ditatap hati,
pelangi hanyalah pelangi...
Sebuah lengkungan indah,
terdiri dari berbagai warna,
yang muncul sesaat,
kemudian pergi menghilang bagai dihapus oleh teriknya matahari...
Aku sadar...
Cintaku kepadanya memiliki resiko yang sangat besar...
Lebih riskan untuk mengecewakan dan dikecewakan...
Tapi entah mengapa bayangannya tak bisa diganti oleh sosok sesempurna apapun, kecuali Rosulullah SAW dan Bapak.
Tiap waktu selalu kupanjatkan do'a untuknya...
Diatas sajadah cinta ini..
Ku bersujud kepada-Nya...
Mengharap cinta diujung sajadah...
Dan berusaha mencintainya dengan sederhana.
Berulang-ulang kali aku mencoba 'tuk menepis rasa rinduku yang tak kunjung reda...
Beribu-ribu kali aku mencoba 'tuk mengabaikan segala bayang dan kenangan tentang dirinya...
Sungguh kuat rasa ini...
Sungguh besar cinta dan rindu ini...
Aku pun tersadar...
Aku tahu, ternyata sebuah mutiara masih tertanam dalam kerang hatiku.
Tak kusadari ternyata nama itu masih terukir sempuna dalam jiwaku...
Bayangan dirinya masih bertahta dalam akalku...
Harapan-harapanku terhadap dirinya masih membawaku menuju menara makna tertinggi...
Ya.. Bayanganmulah yang selalu ada dalam hatiku..
Walaupun jarak dan zona waktu seakan tak mau kompromi untuk menyatukan kita.
Mungkinkah dia adalah matahari..
yang pancaran sinarnya terlalu kuat hingga mataku tak kuasa menatapnya?
Aku hanya dapat menatapnya di kala fajar dan petang tiba, selebihnya aku hanya dapat merasakan kehangatan sinarnya...
Mungkin saja dia adalah bulan..
yang dapat dapat kujadikan tempat berpijak..
Tapi tak menutup kemungkinan jika dirinya adalah bintang yang amat jauh, yang tak mungkin dapat kurengkuh sampai kapanpun..
Yang tak dapat kugapai dengan tanganku, bahkan hanya ada satu waktu untuk dapat melihatnya, yaitu Malam hari...
Dan aku selalu takut apabila dirinya hanya menganggapku sebagai pelangi...
Sebuah lengkungan indah yang muncul saat hujan reda...
Walaupun indah ditatap hati,
pelangi hanyalah pelangi...
Sebuah lengkungan indah,
terdiri dari berbagai warna,
yang muncul sesaat,
kemudian pergi menghilang bagai dihapus oleh teriknya matahari...
Aku sadar...
Cintaku kepadanya memiliki resiko yang sangat besar...
Lebih riskan untuk mengecewakan dan dikecewakan...
Tapi entah mengapa bayangannya tak bisa diganti oleh sosok sesempurna apapun, kecuali Rosulullah SAW dan Bapak.
Tiap waktu selalu kupanjatkan do'a untuknya...
Diatas sajadah cinta ini..
Ku bersujud kepada-Nya...
Mengharap cinta diujung sajadah...
Dan berusaha mencintainya dengan sederhana.